Well, hari ini gue mau kasih sedikit cerpen. Eaaa, tumben-tumbenan nih gue nulis cerpen. Daripada banyak ngomong mending kita mulai cerpennya.......
Alkisah ada seorang astronot USA yang diutus dalam suatu misi penting. Di dalam surat tugasnya, tertulis bahwa dia akan pergi ke Bulan. Ya, semua peralatan telah tersedia di dalam roketnya. Namun yang membuat dirinya bingung, dia tidak tahu misi apa yang sesungguhnya akan ia jalani. Ia juga tidak tahu koordinat pasti pendaratan roketnya di Bulan. Yang jelas, semua sudah diatur dari stasiun luar angkasa di bumi.
Setelah semua perlengkapan siap, tibalah baginya untuk berangkat. Di dalam perjalanannya, dia memikirkan banyak hal. "Apa yang akan terjadi nanti? Siapa yang akan dia temui? Apakah misi ini akan berhasil?". Segala kegalauan hatinya hanya bisa ia simpan di dalam perjalanan. Ketika sampai di Bulan, dia mulai menapakkan kakinya di tanah yang bertekstur lembut namun berbatu itu. Lubang-lubang kawah bulan di lewatinya satu per satu. Tempat ini memang sangat asing bagi dirinya.
Ketika tiba di sebuah bukit, dia melihat sebuah pesawat ulang alik milik Russia sedang melakukan pendaratan juga. Seorang wanita pergi keluar dari pesawat itu. Si astronot USA ini sangat tertarik dengan kehadiran si wanita Russia itu. Namun pada masa itu, sedang terjadi perang dingin antara USA dengan Russia. Si astronot USA maupun si astronot Russia ternyata menaruh hati pada pandangan pertama. Rasa cinta pada pandangan pertama itu bertabrakan dengan misi yang diemban oleh masing-masing astronot.
Dalam perjalanan waktu, kedua astronot itu berkompetisi untuk mencari sebanyak mungkin data-data yang bisa dibawa pulang ke bumi. Walaupun berkompetisi, rasa cinta yang muncul itu tidak pernah hilang. Semakin keras mereka mencoba melawan rasa cinta itu, semakin dahsyat pula kegalauan hati yang harus dihadapi oleh kedua astronot itu. Karena tidak tahan dengan terpaan derai-derai asmara yang datang tanpa henti, kedua astronot itu memutuskan untuk berbicara satu sama lain secara personal. Mereka bertemu di suatu tempat khusus yang tidak terdeteksi radar dari bumi. Astronot USA mulai membuka perbincangan itu.
(to be continue)
Kamis, 21 Februari 2013
Selasa, 19 Februari 2013
Sekedar Sharing, Bukan Nyindir
Udah seminggu terakhir ini, gue pindah tempat duduk dari kumpulan anak-anak "haus" nilai, ke tempat anak-anak "haus" main. Emang sih, di awal SMA ini, gue udah membulatkan tekad untuk belajar dengan maksimal supaya gue bisa mendapatkan nilai yang bagus-bagus. Syuku-syukur bisa dapet apresiasi. Tapi, sehabis semester satu usai dan gue gagal mendapatkan apresiasi, gue mulai males untuk belajar lagi. Ditengah kehausan akan belajar dari sekitar tempat duduk gue yang lama, perlahan gue mencoba keluar dari geng "haus" mereka.
Hmm, awalnya gue merasa kalo udah berhasil keluar dari kumpulan anak-anak haus, gue bisa punya waktu untuk tenang dan santai. Gue berpikir untuk tidak seperti mereka yang kalau mau ulangan udah nyicil dari hari-hari sebelumnya. Udah seminggu terakhir ini juga, gue duduk di pojok kiri belakang kelas. Konon, tempat ini adalah sumber biang kerok dari kelas gue. Biang ribut, biang ngobrol, biang main hape pas pelajaran, biang main kartu, dan segala jenis hal-hal negatif yang gue denger sebelumnya.
Setelah seminggu terlewati, ternyata semua pemikiran gue tentang area ini salah total. Disini gue bener-bener mendapatkan sahabat-sahabat yang gak cuma omdo, tapi sangat menjunjung tinggi loyalitas sama kawan. Ada 4 orang yang dulu gak gitu gue kenal, tapi sekarang gue anggep menjadi sahabat-sahabat terdekat gue di kelas. Ada Ais (padahal di nama panjangnya gak ada unsur-unsur "AIS" sama sekali), trus Andry (sebenernya dia salah satu rival lomba lukis gue pas SD), lalu ada Kenny (jujur pas kelas 7 gue benci banget ngeliat dia. Udah gendut, kayak bola, nyolot pula), dan terakhir ada iBomb (serius ini nama panggilannya. Nama aslinya sih adit, cuma karena keisengan kawanan ini, namanya berubah jadi iBomb dibaca Aibom).
Sekarang gue udah sangat merasa nyaman disini. Ketika ada tugas dan satu kelas ngerjain tugasnya, kawanan-kawanan ini lah yang biasanya gak ikut ngerjain. Dulu, biasanya pas jam pelajaran gue cuma bisa bengong dan mau gak mau merhatiin pelajaran walaupun sebenernya gak ada satu hal pun yang bisa nyangkut di otak gue. Sekarang, ada aja temen yang bisa diajak ngobrol di sekitar gue. Dan uniknya lagi, Ais sama Kenny berhasil masuk OSIS. Padahal, OSIS di sekolah gue cuma ada 9 anak dan bener-bener melalui proses kaderisasi yang sangat panjang. Disini gue melihat secara nyata bahwa NILAI BUKANLAH SEGALANYA. Tetapi yang utama adalah gimana elo bisa belajar nilai-nilai kehidupan. Sekolah bukan cuma buat nilai non akademis, tapi sekolah adalah salah satu tempat bagi kita untuk menggali nilai-nilai kehidupan yang ga selamanya bisa kita temuin secara mudah.
Hmm, awalnya gue merasa kalo udah berhasil keluar dari kumpulan anak-anak haus, gue bisa punya waktu untuk tenang dan santai. Gue berpikir untuk tidak seperti mereka yang kalau mau ulangan udah nyicil dari hari-hari sebelumnya. Udah seminggu terakhir ini juga, gue duduk di pojok kiri belakang kelas. Konon, tempat ini adalah sumber biang kerok dari kelas gue. Biang ribut, biang ngobrol, biang main hape pas pelajaran, biang main kartu, dan segala jenis hal-hal negatif yang gue denger sebelumnya.
Setelah seminggu terlewati, ternyata semua pemikiran gue tentang area ini salah total. Disini gue bener-bener mendapatkan sahabat-sahabat yang gak cuma omdo, tapi sangat menjunjung tinggi loyalitas sama kawan. Ada 4 orang yang dulu gak gitu gue kenal, tapi sekarang gue anggep menjadi sahabat-sahabat terdekat gue di kelas. Ada Ais (padahal di nama panjangnya gak ada unsur-unsur "AIS" sama sekali), trus Andry (sebenernya dia salah satu rival lomba lukis gue pas SD), lalu ada Kenny (jujur pas kelas 7 gue benci banget ngeliat dia. Udah gendut, kayak bola, nyolot pula), dan terakhir ada iBomb (serius ini nama panggilannya. Nama aslinya sih adit, cuma karena keisengan kawanan ini, namanya berubah jadi iBomb dibaca Aibom).
Sekarang gue udah sangat merasa nyaman disini. Ketika ada tugas dan satu kelas ngerjain tugasnya, kawanan-kawanan ini lah yang biasanya gak ikut ngerjain. Dulu, biasanya pas jam pelajaran gue cuma bisa bengong dan mau gak mau merhatiin pelajaran walaupun sebenernya gak ada satu hal pun yang bisa nyangkut di otak gue. Sekarang, ada aja temen yang bisa diajak ngobrol di sekitar gue. Dan uniknya lagi, Ais sama Kenny berhasil masuk OSIS. Padahal, OSIS di sekolah gue cuma ada 9 anak dan bener-bener melalui proses kaderisasi yang sangat panjang. Disini gue melihat secara nyata bahwa NILAI BUKANLAH SEGALANYA. Tetapi yang utama adalah gimana elo bisa belajar nilai-nilai kehidupan. Sekolah bukan cuma buat nilai non akademis, tapi sekolah adalah salah satu tempat bagi kita untuk menggali nilai-nilai kehidupan yang ga selamanya bisa kita temuin secara mudah.
Senin, 17 Desember 2012
Inspirational Video
Video "Stop Bullying" dari siswa-siswa SMA Kolese Kanisius Jakarta
Mungkin teman-teman sering mendengar kata BULLYING. Nah, buat gue, video ini bisa menjadi satu pelajaran berharga yang bisa kita ambil manfaatnya. Walaupun sederhana, video pendek ini membuktikan bahwa ternyata para siswa masih peduli dan mau bertindak melawan kasus-kasus bullying.
- HAPUS BULLYING DARI DUNIA PENDIDIKAN -
Mungkin teman-teman sering mendengar kata BULLYING. Nah, buat gue, video ini bisa menjadi satu pelajaran berharga yang bisa kita ambil manfaatnya. Walaupun sederhana, video pendek ini membuktikan bahwa ternyata para siswa masih peduli dan mau bertindak melawan kasus-kasus bullying.
- HAPUS BULLYING DARI DUNIA PENDIDIKAN -
Jumat, 14 Desember 2012
SCHOOL LIFE - Just Need A Patience
Gue
sengaja gak bikin cerita-cerita mengenai ulangan umum karena gue udah muak sama
yang namanya ulangan umum. Sekarang gue butuh kegiatan-kegiatan ringan untuk
bersantai. Jadi maaf-maaf saja kalo ada yang menunggu tulisan tentang ulangan
umum saya. Sekarang, kita mulai aja cerita gue sehabis ulangan umum.
Setelah semua perjuangan pada
ulangan umum berakhir, gue masih punya satu project
yaitu ikut lomba mading yang
diadakan oleh IBL (Indonesia Business Link) dan Danone Aqua. Kali ini, mereka
mengambil tema “Gemar Mengelola Sampah”.
Gue dan temen gue (Tata) adalah dua orang yang dipilih untuk mengikuti
workshop pra pelaksanaan lomba. Workshop mading ini dilaksanakan sebelum
ulangan umum. So, after the exam was
over, the show must go on. Gue
sengaja memilih tim jurnalistik gue pas SMP karena gue udah tau kualitas
tulisan serta karakter mereka masing-masing. Harapannya, gue dan tim bisa
dengan cepat dan mudah menyelesaikan project
mading ini. Kenapa? Jujur sekolah-sekolah lain punya waktu sekitar 2
mingguan untuk menyelesaikan lomba ini, tapi SMA CC cuma punya waktu 3 hari.
Bayangin, kalo gue ga pinter-pinter milih anggota, atau gue egois cuma mau
milih temen-temen deket gue, gue jamin CC bakal kalah. Gue mencoba membuang
semua keegoisan gue.
Gue memilih untuk membagi tim
menjadi 2, yaitu tim desain dan tim penulisan. Untuk tim desain diisi oleh 3
orang yang di pimpin oleh Hansen Alby Valen sebagai creator dari desain mading ini. Lainnya, ada Stefanus William dan
Aditya Pratama. Sementara untung tim penulisan, ada gue sendiri, Bernadino,
Vincentius Edwin, Eduardus Adistira dan Dave Sebastian. Sementara Tata
bertindak sebagai ketua umum.
Sebenernya, gila juga sih ya gue dan
temen-temen berani ambil job ini. Bayangin, gue gatau persiapan sekolah lain
yang sekitar 2 mingguan itu dibandingin dengan tim gue yang punya waktu cuma 3
hari. Alhasil, terjadi banyak konflik disini. Gue yang tadi bener-bener ga mood
nulis, gak ada ide sama sekali yang mengalir dipikiran gue. Ditambah Hansen dan tim penulisan yang ribut
masalah layout madingnya.
Tapi ditengah-tengah konflik itu,
muncul seorang penyelamat. Ibarat air di tengah padang gurun, pelita di tengah
kegelapan, dialah yang menjadi pembawa damai diantara kami semua. Dia adalah
William. Luar biasa, dia bisa dengan sabar membujuk kami semua sehingga
semuanya akur lagi. Gue gatau dia pake trik apa tapi yang jelas hasilnya sangat
berhasil. Kami semua kerja lagi dengan serius pada akhirnya.
Nah, disini gue belajar dari dia
bahwa untuk berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, hanya dibutuhkan
sebuah kesabaran. Kesabaran berawal dari ketenangan batin dan ketenangan batin
berawal dari hati nurani. Maukah teman-teman belajar mengasah hati nurani
teman-teman untuk memperoleh kedamaian diri?
Minggu, 09 Desember 2012
SCHOOL LIFE – ULUM DAY DAY 2 – DAY 3 – Hard and Confusing
Hari selasa kemarin gue ulum Bahasa
Indonesia dan PKN, sementara Rabu kemarin gue ulum Ekonomi dan TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi).
Begini ceritanya………
Dalam
sejarah hidup gue, yang namanya ulangan Bahasa Indonesia ga ada yang gampang.
Gatau kenapa Bahasa Indonesia menjadi beban tersendiri dalam hidup gue. Bahkan
sejak gue SD, yang namanya ulangan Bahasa Indonesia dalam bentuk PG, gak pernah
ada yang dapet nilai 100. Syukur-syukur lolos SKBM (Standar Kelulusan Belajar
Mengajar)/nilai minimum. Ah, gue mencoba mengerjakan soal ulum BI ini dengan
sebisa mungkin. Tinggal berpasrah kepada Tuhan menunggu hasilnya…..
Oke,
selanjutnya gue ulum PKN, inilah dia pelajaran favorit gue. Dalam ulum PKn hari
ini gue cukup percaya diri, untuk meyakinkan jawaban gue, sampe setiap soal gw
analisis, gw tulisa kenapa gue jawab pilihan A,B,C,D atau E supaya gue yakin
jawaban gue benar. Dan setelah gue cek
dan bahas sama teman-teman, gue memprediksikan bakal salah gak lebih dari 5
dari 70 soal. Gue lupa apartheid di Afsel termasuk genosida atau bukan, gue
jawab genosida aja deh soalnya kan ada unsur rasis-rasisnya. Gue cukup bimbang
mau jawab genosida atau kejahatan kemanusiaan. Yauda, okelah paling gw salah
disitu. Yang kedua adalah sistem pemerintahan 2 kamar. Gue lupa itu antara
Bi-Parlemen atau Bi-Kameral. Gue jawab Bi-Kameral dan pas gue cek di buku
ternyata salah. Hmm, ternyata Parlemen itu sistemnya yang bernama demokrasi parlementer. Aduh,
mungkin gue ga baca baik-baik catetan ya. Dan salah yang terakhir ini cukup
konyol. Gue gak liat di soal ada kata kecuali,
jadinya gue salah konsep deh. Yaa, so far so good lah untuk PKN kali ini.
Selesai ulangan PKN, gue langsung
pulang karena besoknya ulum pelajaran yang paling gue ga bisa yaitu TIK dan
ekonomi. Jujur selama pelajaran TIK, gue ga pernah yang namanya perhatiin, gue
selalu maen game, nonton video tenis meja, atau enggak buka facebook. Jadi hari
itu gue bener-bener kalap buat nyiapin TIK. Apalagi digabung sama ekonomi. Ga
habis pikiir deh, selama perjalan pulang gue mencoba mencari strategi terjitu
buat belajar hari itu. Pas sampai di rumah, gue menenangkan diri sebentar
selama 15 menit. Habis itu gue langsung buka buku ekonomi, gue hapalin semua teorinya
dan gue pelajarin konsep-konsepnya beserta hitung-hitungannya. Akhirnya gue
baru mulai belajar TIK jam 7 malem. SKS abis dah malam ini. Gue sampe minta di
tutorin lewat skype sama temen gue. Walaupun gue ga selesai, tapi seenggaknya
gue dah lumayan paham konsep dasar Pemrograman C++.
Hari itu pun tiba, ulum ekonomi
ternyata cukup memeras otak gue. Soalnya 80 persenan lebih mengenai
hitung-hitungan. Tapi overall gue bisa mengerjakannya dengan baik lah. Kalo ada
salah-salah sedikit sih manusiawi dong, bisa aja gak teliti. Gue keluar dari
ruang tes dengan lumayan optimis. Optimis gak merah dan optimis dapet lumayan
bagus. Terimakasih Tuhan karena telah mebimbing gue dalam ulangan ekonomi ini.
Sehabis ulangan ekonomi, gue mulai
kembali berdoa kepada Tuhan untuk mengikuti ulangan TIK. Gue 100 persen pasrah
sama Tuhan karena gue emang ga bisa apa-apa kalo soal TIK. Selama ngerjain ulum
TIK, gw mencoba untuk percaya diri aja, gue mencoba untuk enggak gugup supaya
gue bisa “nembak” jawaban dengan pikiran yang jernih. Seperti biasa kalo TIK,
selesai ulum gue keluar dengan muka kusut karena gue takut nilai TIK gue
jelek. Yah, seenggaknya ada hal positif
yang bisa gue ambil yaitu gue udah berhasil nyelesain ulum TIK dengan jujur.
Gue bangga walaupun pada akhirnya gue dapet nilai jelek karena gue bisa jujur.
Dari dua hari ini, gue mendapat satu
pengalaman yang berkesan dan bisa dijadikan pelajaran ke depannya. Hal itu
adalah, jangan terlalu percaya diri (over confident). Karena kalo kalian over
confident, maka kalian akan menganggap remeh hal tersebut. Gue sendiri ngalamin
hal itu dalam pengalaman gue di atas. Semoga cerita gue bisa bermanfaat buat
teman-teman semua dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.
Jumat, 07 Desember 2012
SCHOOL LIFE – ULUM DAY 1 – Preparation Is The Most Important Thing
Oke, teman-teman, hari ini saya akan
cerita dengan gaya yang sedikit beda dari biasanya. Saya mau pake kata “gue”
aja biar lebih terkesan informal dan nyantai.
Udah 5 hari gue ngejalanin ulangan
umum semester ganjil, dan gue bilang sih ini merupakan salah satu ulangan
terberat dalam hidup gue.Why? Because selama ulum ini, makin banyak gangguan,
makin banyak godaan, dan makin banyak tantangan. Selama 5 hari ini, gue udah
ngikutin semua ulum dengan (alhamdullilah) tanpa ada hambatan yang berarti.
Paling, gue sempet sakit pas 2 hari menjelang ulum hari pertama dan nyokap gw
nyekokkin gw obat + vitamin ga kira-kira sampe gw cuma bisa terkapar tak
berdaya di kamar karena efek obatnyaaa….., aduhai cetar membahana bikin gw
tidur melulu. Praktis, persiapan gue relatif singkat buat hari pertama itu.
Hari pertama ulum gue ikuti dengan
lumayan lancar. Materi yang diujikan ada 2 yaitu Kimia dan Geografi. Ada satu
cerita yang nggak enakkin di hari pertama ini. Jadi gini ceritanya, pas gue
mulai ngerjain soal Kimia (jam pertama), perasaan gue udah gak enak. Emang hari
ini gue masih sedikit pilek bekas kemaren. Jadi nyokap gue ngasih gue vitamin +
obat pas pagi habis sarapan dan gue ga sadar kalo obatnya ada efek ngantuknya. 10 soal pertama yang sebagian besar teori
berhasil gue lewati dengan lancar jaya. Pas mulai masuk soal hitungan, kepala
gue tiba-tiba pusing berat. Konsentrasi gue nurun drastis. Oh God……. Gimana gue
nyelesein 40 soal berikutnya? Di situ
gue super ngantuk. Akhirnya gue pasrah dan gue tidur. Sampe-sampe gue pesen
sama pengawasnya supaya ngebangunin gw kalo waktunya tinggal satu jam(total
waktu 2 jam). Oke, dan gue menjadi orang paling frik di ruangan itu karena di
saat temen-temen gue ngerjain soal dengan seriusnya, gue malah asik-asikan
molor. Ckckckck…….. Gue pun mulai ngerjain soal kimia pas temen-temen gue udah
pada ngecek lagi jawaban mereka. Akhirnya, Thanks God, gue berhasil nyelesein
soal-soal kimia walaupun dengan kondisi dan waktu yang pas-pasan.
Waktu istirahat setengah jam sebelum
masuk ke ulangan Geografi gue pake bua tidur (lagi-lagi tidur…..). Yaudalaya,
daripada ntar gue tepar pas ngerjain ulum geografi. Dan terbukti bung ! Gue
bisa ngerjain soal geografi dengan (lagi-lagi alhamdullilah) lancar tanpa
ngantuk dan tanpa pusing. Aduh, gue bener-bener berterimakasih sama Tuhan
walaupun gue terseok-seok karena badan kurang fit, gue tetep bisa melewati hari
pertama dengan (menurut gue)maksimal.
Disini, gue dapet satu pelajaran
berharga yaitu untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal dan terbaik, butuh
persiapan yang maksimal dan terbaik pula, baik dari segi materi (sejauh mana
kalian belajar), persiapan mental (ini ulangan umum coy, pasti suasananya beda
banget), dan terutama yang bener-bener gue alamin adalah persiapan fisik. Hmm….
, semoga dari pengalaman hari ini gue bisa ambil hikmahnya buat kehidupan gue
ke depan. Sekian tulisan gue, gue masih harus belajar karena gue masih ulum.
Thx for visiting my blog :D .
Kamis, 06 Desember 2012
SCHOOL LIFE – Peraturan Sakral
Teman-teman pasti tahu dong kalau masalah
kejujuran menjadi masalah utama buat bangsa kita. Mulai dari generasi paling
bawah, sampai paling atas, semuanya nampak meninggalkan kejujuran. Padahal
kejujuran menjadi salah satu modal utama untuk mencapai kesuksesan.
Nah,
sekolah saya yang cukup concern
dengan masalah kejujuran ini. Menurut kepala sekolah saya, kejujuran harus
dipupuk sejak dini. Maka dari itu, sekolah saya punya satu peraturan sakral.
Sakral maksudnya, peraturan ini berlaku mutlak bagi seluruh anggota sekolah
(biasanya di sekolah kami disebut Keluarga Besar Kolese Kanisius), tidak dapat
ditawar-tawar, dan memiliki kekuatan hukum di sekolah maupun di luar sekolah.
Peraturannya adalah, “Dilarang mencontek
dalam bentuk dan tindakan apapun”. Sanksinya juga cukup jelas, yaitu dikeluarkan dari SMA Kolese Kanisius.
Hasilnya,
kami semakin dibentuk untuk meninggalkan pola-pola hidup tidak jujur. Misalnya,
meninggalkan tas sekolah di tribun lapangan sudah menjadi hal biasa. Lalu,
apabila HP ataupun dompet ketinggalan di laci kelas, tidak pernah hilang.
Kalaupun tidak ada, biasanya diambil karyawan dan kita bisa memintanya kembali.
Lalu, dalam classmeeting, sportifitas yang merupakan pengembangan dari sikap
kejujuran sangat dijunjung tinggi.
Maka
dari itu, teman-teman yang tergerak untuk menjunjung tinggi kejujuran, jangan
pernah takut untuk bertindak karena kejujuran adalah modal utama untuk mencapai
kesuksesan. - BE HONEST -
Langganan:
Postingan (Atom)